Rabu, 06 April 2011

The Bistro


Aline Chandra - detikFood
<p>Your browser does not support iframes.</p&gt
The Bistro
Foto: aline-aline-aline.blogspot.com
Jakarta - Macetnya Jakarta kadang menjadi penghalang untuk mencoba makanan-makanan baru. Untungnya di Cibubur sendiri masih banyak tempat-tempat yang belum tereksplorasi, salah satunya The Bistro yang terletak di dalam perumahan Raffles Hills Cibubur. Meskipun bernama Bistro yang berarti restoran kecil, namun The Bistro sendiri tidak dapat disebut kecil. Berkapasitas untuk 160 pengunjung dengan luas 850 meter persegi restoran ini menyajikan aneka hidangan Indonesia, western maupun chinese food. Separuh restoran dikelilingi kaca yang mengarah ke pemandangan kolam renang Stamford Activity Club yang juga tertata apik.

Grilled Norwegian Salmon yang ditawarkan the Bistro memang cukup spesial, selain ukurannya yang cukup besar, salmon yang digunakan juga fresh. Ditambah lagi bila telah dicampur dengan saus madunya. Sungguh perpaduan rasa yang pas. Selain itu terdapat Mushroom Chicken Mushroom atau MCM yang merupakan salah satu signature dish restoran ini. Mushroom Chicken Mushroom adalah hidangan dari fillet dada ayam yang digoreng tepung dan diberi keju leleh di bagian tasnya dan irisan jamur. Disajikan dengan french fries dan beberapa mushroom ball yang juga digoreng tepung. Rasanya jangan ditanya lagi..enak! Tidak sekedar digoreng tepung, namun mereka juga memberi bumbu yang saya belum bisa menebak sehingga ada sentuhan rasa lain yang membelai lidah saat menggigitnya.

Jika sedang ingin menimati menu daging, aneka steak juga tersedia disini, juga steak dengan tampilan yang lebih modern yaitu Mushroom Steak Mushroom yang merupakan versi steak dari Mushroom chicken Mushroom. Hanya saja daging fillet ayam diganti oleh daging steak Australia. Rasanya juga sedap, daging steaknya cukup lembut dan tidak susah dipotong. Bumbunya meresap hingga kedalam daging steak yang masih juicy. Hanya saja perpaduan keju leleh diatas daging steak menurut saya kurang pas, saat dimakan bersama rasanya kurang nge-blend.

Selain western food, menu Indonesia yang sempat kami coba adalah Sop Buntut. Seporsi sup buntut disajikan dengan nasi putih, sambal hijau, dan emping. Kuahnya terasa gurih namun tidak terasa berat dan berminyak. Sayurannya juga tidak overcooked. Sangat berjodoh dengan sambal hijau yang memang menjadi pelengkap sop buntut.

Salah satu minuman yang unik di The Bistro adalah Best of Ten. Pemberian nama ini tidak sembarangan, melainkan berdasarkan bahan campurannya yang cukup banyak, mulai dari yogurt, es krim rasa jeruk, jus jeruk, nanas, peach, dan kacang. Rasanya manis dan creamy dengan sedikit semburat rasa asam yang menyegarkan dari yogurt. Ditambah lagi dengan sensasi gurihnya kacang, membuat tidak cukup hanya minum segelas.

Sedangkan untuk dessert malam itu, pilihan saya jatuh pada Chocolate Dream, yakni cake coklat yang creamy dan disajikan saus strawberry dan es krim vanila. Ketika dibelah, di bagian tengah cake mengalir coklat leleh yang manis sekaligus agak pahit. Enak, tapi masih kalah istimewa dengan Chocolate Melt yang pernah saya coba di K'Meals.

Pada beberapa malam The Bistro menyajikan live music yang menyanyikan aneka lagu. Para pengunjung restoran dapat merequest lagu dan meminta mereka menyanyikannya atau kalau anda punya suara yang bagus, andapun dapat meminta mereka mengiringi anda menyanyi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar