Selasa, 04 Januari 2011

Apliksi Motivasi

Motivasi bukanlah konsep yang baru. Those who have problems and issues in their lives read countless motivational books or watch numerous motivational videos. Mereka yang memiliki masalah dan isu-isu dalam kehidupan mereka membaca buku motivasi yang tak terhitung jumlahnya atau menonton video motivasi banyak. One approach being used in psychotherapy is the NLP. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam psikoterapi adalah NLP. Among the concepts that the NLP uses as a basis, is that a person's thoughts, perception, and behavior have great effects on the quality of their lives. Di antara konsep-konsep bahwa NLP menggunakan sebagai dasar, adalah bahwa pikiran seseorang, persepsi, dan perilaku memiliki efek besar pada kualitas hidup mereka. It presupposes that a person can greatly improve his or her success in whatever aspect by modeling the thoughts, perception, and behavior, of a highly successful person in their subject. Hal ini mengandaikan bahwa seseorang dapat sangat meningkatkan nya keberhasilannya atau dalam aspek apapun oleh pemodelan pikiran, persepsi, dan perilaku, dari orang yang sangat sukses dalam topik mereka.
Many people claim that NLP help people change by teaching them to program their brains.. Banyak orang mengklaim bahwa NLP membantu orang mengubah dengan mengajarkan mereka untuk program otak mereka .. Many self-help “experts” have likewise used it and incorporated it into their lives. Banyak self-help "pakar" telah juga menggunakannya dan dimasukkan ke dalam kehidupan mereka. Among these people are Jack Canfield, author of the Chicken Soup series; Tony Robbins, the renowned guru of self-help; and Wayne Dyer, a model for hundreds of thousands of people when it comes to self-actualization and personal success. Di antara orang-orang ini Jack Canfield, penulis seri Chicken Soup, Tony Robbins, guru terkenal swadaya; dan Wayne Dyer, model untuk ratusan ribu orang ketika datang ke aktualisasi diri dan sukses pribadi.

The NLP has been widely used to reduce trauma and phobia, lose bad habits, achieve excellence, improve communication, succeed in business, improve relationships, and improve health. The NLP telah banyak digunakan untuk mengurangi trauma dan fobia, kehilangan kebiasaan buruk, mencapai kesempurnaan, meningkatkan komunikasi, sukses dalam bisnis, meningkatkan hubungan, dan meningkatkan kesehatan.
Because of the wide application of the NLP, it is also quickly becoming more accessible to ordinary people. Karena aplikasi yang luas dari NLP, juga dengan cepat menjadi lebih mudah diakses oleh orang biasa. Most people learn about it by searching the Google and learning from the numerous resources online. Kebanyakan orang belajar tentang hal itu dengan mencari Google dan belajar dari berbagai sumber online. This is the easiest and the most recommended way to first get introduced to NLP. Ini adalah cara termudah dan paling direkomendasikan untuk pertama kali mendapatkan diperkenalkan NLP.
Afterwards, there are also many books, CDs, and DVDs now available for those who want to learn more. Setelah itu, ada juga banyak buku, CD, dan DVD sekarang tersedia bagi mereka yang ingin belajar lebih banyak. Lastly, more and more training programs on how to utilize the NLP are now available. Terakhir, program pelatihan dan lebih lanjut tentang cara menggunakan NLP sekarang tersedia.

Manusia Mampu Berlayar Sejak Ribuan Tahun

Manusia Mampu Berlayar Sejak Ribuan Tahun Lalu?


Alat-alat batu yang ditemukan
ATHENA - Menurut laporan resmi, para arkeolog di pulau Kreta, Yunani, telah menemukan bukti mengejutkan bahwa manusia sudah bisa berpindah melalui jalur air, ribuan tahun lebih awal dari dugaan semua.

Menteri Kebudayaan Yunani mengatakan bahwa arkeolog AS dan Yunani sampai kepada kesimpulan tersebut setelah menemukan peralatan batu dan kapak yang berusia sekira 130 ribu tahun di pulau Kreta, yang mana saat itu sudah menjadi pulau. Demikian seperti yang dikutip dari Red Orbit, Selasa (4/1/2011).

"Hasil dari survei tersebut tidak hanya menyediakan bukti kalau penjelajahan laut Mediterrania sudah dilakukan 10 ribu tahun lebih awal dari yang kita duga sebelumnya, tapi juga mengubah pemahaman kita akan kemampuan manusia jaman dulu," ujar Menteri tersebut.

Bukti sebelumnya mengenai penjelajahan laut di Yunani pertama adalah berusia 11.000 tahun.

Dikatakan bahwa pecahan keramik serta pahatan ditemukan di wilayah Plakia dan Preveli pada tahun 2008 dan 2009 tersebut merupakan penemuan paling kuno mengenai perpindahan melalui jalur laut.

Para arkeolog Yunani yang bekerja dengan American School of Classical Studies pada awalnya hanya mencari sisa-sisa Jaman Batu era 10.000 sebelum masehi di barat daya pulau Kreta.

Bukti habitat manusia telah ada di pulau Kreta berasal dari jaman Neolitikum, sekitar 7.000 tahun sebelum masehi.

"Sampai saat ini kami belum memiliki bukti mengenai awal Jaman Batu di pulau Kreta," ungkap arkeolog Maria Vlaziki.

"Mereka mungkin berasal dari Afrika atau dari Asia," tambah Vlaziki. "Penelitian ke depan akan hal ini membantu menjelaskan,"

Menteri Kebudayaan Yunani juga menambahkan kalau alat-alat kuno yang ditemukan mungkin saja berusia sekira 700 ribu tahun.

Tim arkeolog tersebut kini sedang mengusahakan ijin dari pemerintah Yunani untuk menggali lagi lokasi tersebut.
  http://m.okezone.com

Kacamata 3D

Kacamata 3D Samsung Teringan di Dunia

Kacamata 3D
SEOUL - Bobot kacamata 3D yang selama ini diklaim sebagai salah satu penyebab mata mudah lelah, kini akan segera teratasi. Samsung tengah menyiapkan kacamata 3D yang canggih namun ringan.

Samsung, misalnya, perusahaan tersebut menggandeng Silhouette, perusahaan desain asal Austria, untuk membuat kacamata dengan bobot hanya 28 gram saja. Tak pelak ini diklaim sebagai kacamata 3D teringan di dunia.

Tidak hanya ringan, kacamata ini didesain dengan seluruh komponen elektronik ditempatkan di tungkai belakang sisi kanan dan kiri. Ini dimaksudkan agar kacamata tersebut dapat seimbang antara bagian depan dan belakang. Demikian yang dilansir Daily Mail, Selasa (4/1/2011).

Teknologi yang dibenamkan sebetulnya tidak jauh berbeda, kacamata ini dapat menangkap tampilan gambar berformat 3D ke kacamata tersebut. Pengguna juga bisa mengaktifkan format 3D dengan tombol on atau off di dalamnya.

Kacamata 3D dengan desain unik dan stylish ini nyaman digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Sedangkan untuk sistem pengisian baterainya memastikan menggunakan tambahan perangkat tanpa kabel.

Aplikasi Perencanaan Dalam kehidupan

                       aplikasi perencanaan dalam kehidupan


1. Time Series Analysis (Analisis Deret Waktu)
Analisis data deret waktu pada dasarnya digunakan untuk melakukan analisis data yang mempertimbangkan pengaruh waktu. Data-data yang dikumpulkan secara periodik berdasarkan urutan waktu, bisa dalam jam, hari, minggu, bulan, kuartal dan tahun, bisa dilakukan analisis menggunakan metode analisis data deret waktu. Analisis data deret waktu tidak hanya bisa dilakukan untuk satu variabel (Univariate) tetapi juga bisa untuk banyak variabel (Multivariate). Selain itu pada analisis data deret waktu bisa dilakukan peramalan data beberapa periode ke depan yang sangat membantu dalam menyusun perencanaan ke depan.
Beberapa bentuk analisis data deret waktu dapat dikelompokkan ke dalam beberapa katagori :
a. Metode Pemulusan (Smoothing)
Metode pemulusan dapat dilakukan dengan dua pendekatan yakni Metode Perataan (Average) dan Metode Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing). Pada metode rataan bergerak dapat digunakan untuk memuluskan data deret waktu dengan berbagai metode perataan,
diantaranya : (1) rata-rata bergerak sederhana (simple moving average),
(2) rata-rata bergerak ganda dan (3) rata-rata bergerak dengan ordo lebih tinggi. Untuk semua kasus dari metode tersebut, tujuannya adalah memanfaatkan data masa lalu untuk mengembangkan sistem peramalan pada periode mendatang.
Pada metode pemulusuan eksponensial, pada dasarnya data masa lalu dimuluskan dengan cara melakukan pembotan menurun secara eksponensial terhadap nilai pengamatan yang lebih tua. Atau nilai yang lebih baru diberikan bobot yang relatif lebih besar dibanding nilai pengamatan yang lebih lama. Beberapa jenis analisis data deret waktu yang masuk pada katagori pemulusan eksponensial, diantaranya : (1) pemulusan eksponensial tunggal, (2) pemulusan eksponensia tunggal: pendekatan adaptif, (3) pemulusan eksponensial ganda : metode Brown, (4) metode pemulusan eksponensial ganda : metode Holt, (5) pemulusan eksponensial tripel : metode Winter. Pada metode pemulusan eksponensial ini, sudah mempertimbangkan pengaruh acak, trend dan musiman pada data masa lalu yang akan dimuluskan. Seperti halnya pada metode rataan bergerak, metode pemulusan eksponensial juga dapat digunakan untuk meramal data beberapa periode ke depan.
b. Model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average)
Seperti halnya pada metode analisis sebelumnya, model ARIMA dapat digunakan untuk analisis data deret waktu dan peramalan data. Pada model ARIMA diperlukan penetapan karakteristik data deret berkala seperti : stasioner, musiman dan sebagainya, yang memerlukan suatu pendekatan sistematis, dan akhirnya akan menolong untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai model-model dasar yang akan ditangani. Hal utama yang mencirikan dari model ARIMA dalam rangkan analisis data deret waktu dibandingkan metode pemulusan adalah perlunya pemeriksaan keacakan data dengan melihat koefisien autokorelasinya. Model ARIMA juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah sifat keacakan, trend, musiman bahkan sifat siklis data data deret waktu yang dianalisis.
c. Analisis Deret Berkala Multivariate
Model ARIMA digunakan untuk analisis data deret waktu pada katagori data berkala ’tunggal’, atau sering dikatagorikan model-model univariate. Untuk data-data dengan katagori deret berkala berganda (multiple), tidak bisa dilakukan analisis menggunakan model ARIMA, oleh karena itu diperlukan model-model multivariate. Model-model yang masuk kelompok multivariate analisisnya lebih rumit dibandingkan dengan model-model univariate. Pada model multivariate sendiri bisa dalam bentuk analisis data bivariat (yaitu, hanya data dua deret berkala) dan dalam bentuk data multivariate (yaitu, data terdiri lebih dari dua deret berkala). Model-model multivariate diantaranya: (1) model fungsi transfer, (3) model analisis intervensi (intevention analysis), (4) Fourier Analysis, (5) analisis Spectral dan (6) Vector Time Series Models.
2. Analisis Regresi
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali dijumpai hubungan antara suatu variabel dengan satu atau lebih variabel lain. Di dalam bidang pertanian sebagai contoh, dosis dan jenis pupuk yang diberikan berhubungan dengan hasil pertanian yang diperoleh, jumlah pakan yang diberikan pada ternak berhubungan dengan berat badannya, dan sebagainya. Secara umum ada dua macam hubungan antara dua atau lebih variabel, yaitu bentuk hubungan dan keeratan hubungan. Bila ingin mengetahui bentuk hubungan dua variabel atau lebih, digunakan analisis regresi. Bila ingin melihat keeratan hubungan, digunakan analisis korelasi.
Analisis regresi adalah teknik statistika yang berguna untuk memeriksa dan memodelkan hubungan diantara variabel-variabel. Penerapannya dapat dijumpai secara luas di banyak bidang seperti teknik, ekonomi, manajemen, ilmu-ilmu biologi, ilmu-ilmu sosial, dan ilmu-ilmu pertanian. Pada saat ini, analisis regresi berguna dalam menelaah hubungan dua variabel atau lebih, dan terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, sehingga dalam penerapannya lebih bersifat eksploratif.
Analisis regresi dikelompokkan dari mulai yang paling sederhana sampai yang paling rumit, tergantung tujuan yang berlandaskan pengetahuan atau teori sementara, bukan asal ditentukan saja.
a. Regresi Linier Sederhana
Regresi linier sederhana bertujuan mempelajari hubungan linier antara dua variabel. Dua variabel ini dibedakan menjadi variabel bebas (X) dan variabel tak bebas (Y). Variabel bebas adalah variabel yang bisa dikontrol sedangkan variabel tak bebas adalah variabel yang mencerminkan respon dari variabel bebas.
b. Regresi Berganda
Regresi berganda seringkali digunakan untuk mengatasi permasalahan analisis regresi yang melibatkan hubungan dari dua atau lebih variabel bebas. Pada awalnya regresi berganda dikembangkan oleh ahli ekonometri untuk membantu meramalkan akibat dari aktivitas-aktivitas ekonomi pada berbagai segmen ekonomi. Misalnya laporan tentang peramalan masa depan perekonomian di jurnal-jurnal ekonomi (Business Week, Wal Street Journal, dll), yang didasarkan pada model-model ekonometrik dengan analisis berganda sebagai alatnya. Salah satu contoh penggunaan regresi berganda dibidang pertanian diantaranya ilmuwan pertanian menggunakan analisis regresi untuk menjajagi antara hasil pertanian (misal: produksi padi per hektar) dengan jenis pupuk yang digunakan, kuantitas pupuk yang diberikan, jumlah hari hujan, suhu, lama penyinaran matahari, dan infeksi serangga.
c. Regresi Kurvilinier
Regresi kurvilinier seringkali digunakan untuk menelaah atau memodelkan hubungan fungsi variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X) yang tidak bersifat linier. Tidak linier bisa diartikan bilamana laju perubahan Y sebagai akibat perubahan X tidak konstan untuk nilai-nilai X tertentu. Kondisi fungsi tidak linier ini (kurvilinier) seringkali dijumpai dalam banyak bidang. Misal pada bidang pertanian, bisa diamati hubungan antara produksi padi dengan taraf pemupukan Phospat. Secara umum produksi padi akan meningkat cepat bila pemberian Phospat ditingkatkan dari taraf rendah ke taraf sedang. Tetapi ketika pemberian dosis Phospat diteruskan hingga taraf tinggi, maka tambahan dosis Phospat tidak lagi diimbangi kenaikan hasil, sebaliknya terjadi penurunan hasil. Untuk kasus-kasus hubungan tidak linier, prosedur regresi sederhana atau berganda tidak dapat digunakan dalam mencari pola hubungan dari variabel-variabel yang terlibat. Dalam hal ini, prosedur analisis regresi kurvilinier merupakan prosedur yang sesuai untuk digunakan.
d. Regresi Dengan Variabel Dummy (Boneka)
Analisis regresi tidak saja digunakan untuk data-data kuantitatif (misal : dosis pupuk), tetapi juga bisa digunakan untuk data kualitatif (misal : musim panen). Jenis data kualitatif tersebut seringkali menunjukkan keberadaan klasifikasi (kategori) tertentu, sering juga dikatagorikan variabel bebas (X) dengan klasifikasi pengukuran nominal dalam persamaan regresi. Sebagai contoh, bila ingin meregresikan pengaruh kondisi kemasan produk dodol nenas terhadap harga jual. Pada umumnya, cara yang dipakai untuk penyelesaian adalah memberi nilai 1 (satu) kalau kategori yang dimaksud ada dan nilai 0 (nol) kalau kategori yang dimaksud tidak ada (bisa juga sebaliknya, tergantung tujuannya). Dalam kasus kemasan ini, bila kemasannya menarik diberi nilai 1 dan bila tidak menarik diberi nilai 0. Variabel yang mengambil nilai 1 dan 0 disebut variabel dummy dan nilai yang diberikan dapat digunakan seperti variabel kuantitatif lainnya.
e. Regresi Logistik (Logistic Regression)
Bila regresi dengan variabel bebas (X) berupa variabel dummy, maka dikatagorikan sebagai regresi dummy. Regresi logistik digunakan jika variabel terikatnya (Y) berupa variabel masuk katagori klasifikasi. Misalnya, variabel Y berupa dua respon yakni gagal (dilambangkan dengan nilai 0) dan berhasil (dilambangkan dengan nilai 1). Kondisi demikian juga sering dikatagorikan sebagai regresi dengan respon biner. Seperti pada analisis regresi berganda, untuk regresi logistik variabel bebas (X) bisa juga terdiri lebih dari satu variabel.
3. Analisis Path (Path Analysis) dan Analisis SEM
Analisis Path pada dasarnya ingin melihat hubungan kausalitas antara kejadian satu dan kejadian lain. Hubungan kausalitas yang ingin dilihat besa berupa hubungan langsung maupun tidak langsung. Pendekatan analisis yang digunakan pada analisis path tidak berbeda dengan analisis regresi ganda. Hanya sedikit berbeda pada perhitungan pendugaan koefisiennya. Pada saat ini jenis analisis ini berkembang pada bidang sosial, seperti psikologi, pendidikan, dan lain-lain. Apabila peubah yang akan dilihat pola hubungannya berupa peubah laten (tak terukur), seperti peubah prestasi, kecemasan dan lainnya, maka lebih cocok menggunakan analisis SEM. Untuk jenis peubah laten ini, tidak cocok digunakan analisis path.
4. Analisis Peubah Ganda
Analisis peubah ganda dilakukan karena peubah yang digunakan relatif banyak. Beberapa hal yang melatari analisis ini diantaranya antar peubah satu dengan peubah lain ada korelasi dan tidak ada keinginan untuk melihat pola hubungan antara peubah bebas dan peubah tak bebas. Bisanya analisis ini digunakan untuk mereduksi peubah yang cukup banyak menjadi peubah yang lebih sederhana tapi tidak meninggalkan informasi peubah asalnya. Selain itu melalui analisis peubah ganda juga bisa dilihat pengelompokan objek berdasarkan kemiripan peubah-peubah peubah-peubah penyusunnya. Beberapa jenis analisis yang masuk katagori analisis peubah ganda diantaranya: Analisis Komonen Utama (Pricipal Component Analysis), Analisis Gerombol (Cluster Analysis), Analisis Faktor (Factor Analysis), Korelasi Kanonik, Analisis Biplot, Analisis Diskriminan (Discriminant Analysis) dan Multidimension Scalling.
5. Conjoint Analysis
Conjoint analysis, bisanya banyak digunakan pada bidang riset pemasaran. Sebagai contoh bila suatu perusahaan ingin mengeluarkan produk baru, maka melalui analisis ini bisa dilihat tentang preferensi konsumennya. Untuk bidang pertanian, analisis ini bisa digunakan oleh pelaku agribisnis baik skala kecil maupun besar yang akan meluncurkan produk agribisnisnya.

PUSTAKA
1.http://robert.web.id/tag/apa-fungsi-statistik-dalam-kehidupan-sosial/

Busines Plan Aspek Keuangan SDM & Organisasi

Memahami Fungsi SDM dan Organisasi Bisnis

 1. Produktivitas
Tujuan fungsi sumberdaya manusia (SDM) adalah untuk meningkatkan produktivitas (achievement performance) dalam menunjang perusahaan lebih kompetitif. Dalam hubungan ini, pengukuran produktivitas hanya dibatasi secara sempit pada peran sumberdaya manusia, yang secara bisnis disebut sebagai pekerja (work force)
[1]. Dengan kata lain produktivitas pada fungsi SDM tidak memperhitungkan faktor lainnya, seperti cost, quality, flexibility dan delivery.
Work force ini dibedakan ke dalam dua kelompok: pekerja produksi (blue-collar worker) dan pekerja non-produksi (white-collar professional). Dalam dunia bisnis, proporsi penggunaan dua jenis pekerja tersebut dapat berbeda. Bisnis manufaktur atau production umumnya proporsinya blue>white; sedangkan untuk jasa, seperti perbankan, pendidikan umumnya proporsinya blue<white. Sementara itu, bisnis yang semakin computerized proporsi white lebih banyak dari blue. Manager umumnya dimasukkan sebagai white-collar professional.
Ukuran produktivitas dapat diturunkan dari persamaan-persamaan berikut:
FIRM:
Profit           = f (Revenue; Cost)
Revenue      = f (Output; Price)
Output         = f (Input)
                   = f (Labor; Material; Equipment; Capital invested)
SDM:
           Produktivitas    = Output/Input
                                 = Profit/Cost
                                 = Revenue/Cost
                                 = Profit/Input; Revenue/Input
                                 = Output/Labor
                                 = Revenue/Labor
                                 = Sales/Labor
                                 = Output/(Labor; Material; Equipment; Capital invested)
                                 = dst
Jadi ukuran produktivitas bervariasi, dimana penggunaannya tergantung tujuan dan konteks pengukurannya. Dalam Tabel-1, diperlihatkan dua versi ukuran produktivitas (sales/biaya variabel—misalnya penggunaan labor). Di satu pihak, sales meningkat tetapi dengan penggunaan labor yang lebih banyak dan profit hanya meningkat menjadi 13 (naik 30 persen dari profit semula sebesar 10). Di pihak lain, dengan penjualan yang tetap, tetapi terjadi penghematan biaya labor atau pengurangan labor dari 70 menjadi 63, maka profit menjadi 17 (profit naik sebesar 70 persen dari 10 menjadi 17).
Dari dua versi di atas, yang sering digunakan sebagai cara pengukuran produktivitas adalah penghematan penggunaan labor atau upaya menaikkan efisiensi dan efektivitas penggunaan (utilisasi) labor yang ada. Ini berarti, tujuan pengelolaan SDM dapat dicapai dengan beberapa cara, yakni:
     -Jumlah labor yang tetap dan output yang dihasilkan meningkat
     -Jumlah labor yang menurun, tetapi output dapat dipertahankan
     -Peningkatan labor lebih kecil dibandingkan peningkatan output

 Tabel-1. Kontribusi produktivitas dalam bisnis
  Sebelum(rupiah) Sesudah(Sales meningkat 10 %) Sesudah(Produktivitasmeningkat 10 %)
Sales 100 110 100
Biaya variable 70 77 63
Biaya tetap 20 20 20
Profit 10 13 17
PerubahanProfit (%) - 30 70

2. Worker vs Firm
Dalam memahami fungsi SDM perusahaan, sesungguhnya perhatian tidak hanya tertuju pada tujuan para pekerja tetapi juga tujuan dari perusahaan. Ini berarti, di satu pihak, fungsi sumberdaya pekerja (SDM) yang dimiliki individu (secara efisien dan efektif) harus dikaitkan dengan ekspektasi para pekerja yang dinilai sebagai upah (salary) dan di pihak lain, tujuan perusahaan (Firm) untuk mengoptimalkan profit yang diinginkan. Dengan kata lain dua tujuan (worker vs firm) harus terjadi secara simultan, dimana:
       -Upah/salary     = pendapatan individu (worker)
       -Profit                   = pendapatan perusahan (firm)
Bagaimana membuat hubungan yang ideal antara tujuan sumberdaya pekerja (individu) dalam pengelolaan SDM dengan tujuan perusahaan (organisasi) secara bersamaan menjadi tugas pokok dan fungsi SDM di dalam suatu perusahaan. Dengan demikian, tujuan fungsi SDM dalam hal ini adalah bagaimana terjadinya produktivitas bagi setiap individu di dalam perusahaan, agar nilai produktivitas ini memberikan dampak langsung bagi peningkatan profit perusahaan. Mekanisme fungsi SDM ini dapat diperhatikan pada Gambar-1.
Gambar-1. Tujuan fungsi SDM dan kendalanya
Dalam upaya mencapai tujuan produktivitas tersebut, ada empat aspek utama yang perlu diperhatikan, yaitu: proses pengadaan sumber daya pekerja (rekrutmen); penyiapan job description (job design); pengembangan kinerja pekerja (developement); dan monitoring dan evaluasi kinerja masing-masing pekerja (penilaian). Masing-masing keempat aspek ini terdiri dari sejumlah komponen yang satu sama lain tidak hanya saling terkait tetapi juga bersifiat kontinuum (siklus).

3. Desain dan Manage SDM
Fungsi SDM pada dewasa ini semakin diakui sebagai salah satu fungsi yang paling strategis. Hal ini mengingat sumberdaya pekerja terdapat di masing-masing fungsi utama: fungsi finance, fungsi operation dan fungsi marketing. Sumberdaya pekerja ini memberi pengaruh langsung pada peningkatan profit melalui peningkatan produktivitas. Oleh karenanya, peran sumberdaya pekerja kerap dijadikan sebagai cara paling strategis untuk berkompetisi dengan perusahaan lain. Namun demikian, pemilikan sumberdaya pekerja yang baik (good human resources) bukanlah perkara mudah bagi perusahan. Selain harganya mahal, sulit untuk menghasilkannnya (difficult to achieve), juga sulit untuk mempertahankannya. Disinilah tantangan terbesar di dalam pengelolaan suatu perusahaan ditambah lagi karena harus berurusan dengan manusia atau orang perorang.
Oleh karenanya, tugas pokok fungsi SDM haruslah ditujukan untuk memajukan kapasitas manusianya (to drive people). Pengelolaan SDM yang lebih sesuai pada masa ini adalah dengan pendekatan people-oriented approach daripada slavedriver approach.
Pendekatan people-oriented lebih memanusiakan pekerja dalam potensi dan harkat berdasarkan tingkat kecerdasan dan suasana perasaan mereka. Sedangkan pendekatan slavedriver, para pengusaha menganggap para pekerja tersebut hanyalah sebagai faktor produksi semata yang dapat disubstitusikan dengan mesin atau teknologi.
Untuk memenuhi hakikat dan tujuan pengelolaan SDM, mekanisme pengelolaannya haruslah dirancang (desain) sedemikian rupa dan dikelola (manage) secara optimal. Cara pengoptimalan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan efektivitas penggunaan sumberdaya pekerja yang terbatas. Dalam hal ini upaya meningkatkan efektivitas SDM dilakukan berdasarkan cara mengorganisasi orang-orang sesuai martabat dan kemampuan masing-masing dalam posisi yang tepat yang pada gilirannya memberikan sinergi, baik pada tujuan individu (worker) maupun pada tujuan organisasi (firm).
Dengan demikian, patutlah dipahami bahwa keempat aspek pokok yang disebutkan sebelumnya (rekrutmen, job design, developement dan penilaian) secara cermat dan sistemetis serta terintegrasi. Dalam proses integrasi berbagai aspek tersebut, aspek rekrutmen dan job design haruslah diletakkan sebagai kegiatan pada tahap perancangan (design), sedangkan aspek developement dan penilaian sebagai tahap implementasi (manage). Proses pengintegrasian aspek-aspek yang pokok dan komponennya tersebut dapat dikonfigurasikan sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar-2.
Gambar-2. Siklus fungsi SDM: Desain dan manage
Pada tahap desain (rekrutmen dan job design) para pekerja dipersiapkan sedemikian rupa berdasarkan kemampuan mereka masing-masing (supply side) sesuai dengan job description untuk memenuhi tujuan perusahaan (demand side). Sedangkan pada tahap implementasi (developement dan penilaian), para pekerja didorong untuk berkembang pada sistem karir yang berlandaskan sistem konpensasi yang adil. Terhadap mereka dilakukan penilaian secara periodik untuk memastikan kemampuan mereka sesuai yang diharapkan. Jika terjadi peningkatan mereka berhak untuk promosi secara vertikal dan jika stagnan perlu dilakukan proses pemindahan secara horizontal (mutasi atau pensiun) untuk penyesuaian dan penyegaran.
Sementara itu, di dalam proses rekrutmen yang meliputi seleksi dan penempatan pada akhirnya haruslah dapat dievaluasi (penilaian) apakah perform dalam memberikan produktivitas bagi perusahaan. Sebaliknya ketika dilakukan penilaian maka kita bisa melakukan proses pemindahan terhadap mereka yang tidak produktif dan promosi bagi yang produktif. Namun jika tidak ada yang memenuhi tujuan perusahaan maka proses rekrutmen/seleksi dapat dilakukan kembali untuk mendapatkan pekerja yang lebih sesuai dalam memenuhi kebutuhan perusahaan. Ini berarti, rekrutmen (desain) dan penilaian (manage) menjadi isu yang paling strategis bagi perusahaan (firm oriented). Sedangkan aspek-aspek job design dan developement lebih ditekankan pada sisi pekerjanya (worker orientation).
Rekrutmen (seleksi dan penempatan): Proses rekrutmen bertujuan untuk mendapatkan pekerja yang dibutuhkan perusahaan. Calon pekerja diseleksi dengan metode yang sesuai seperti uji kompetensi (hard skill dan soft skill), psikotes dan simulasi. Calon pekerja yang memenuhi kriteria diajukan untuk menempati posisi dan jabatan yang tersedia.
Job design (job description dan training): Job design berkenaan dengan penyusunan tugas-tugas bagi pekerja berdasarkan 5W+1H: tugas apa yang dilakukan, bagaimana tugas dikerjakan, seberapa besar bobotnya, kapan dan dimana. Kumpulan diskripsi pekerjaaan (job description) tersebut menjadi pedoman bagi pekerja untuk bekerja. Untuk membantu pekerja perform terhadap kebutuhan yang terdapat dalam job description tersebut para pekerja mendapat pelatihan singkat atau intensif yang dapat dilakukan sekali, secara berkala atau secara kontinu. Tapi harus disadari memberikan mereka training adalah cost. Oleh karenanya tujuan rekrutmen haruslah ditujukan untuk mendapatkan kandidat pekerja yang kapabel dan kalau bisa tanpa perlu melatihnya.
Developement (karir dan reward): Para pekerja dituntut untuk mampu mengembangkan potensi dirinya dan kemampuan untuk memuaskan tujuan perusahaan. Sementara itu perusahaan mengarahkan para pekerja (sebagai aset) agar tumbuh dan berkembang secara kondusif dan produktif. Pihak perusahaan memberikan kesempatan bagi pekerja untuk meniti karir baik atas bimbingan senior maupun atas inisiatif sendiri (job enlargement, job enrichment). Pekerja yang menunjukkan produktivitas tinggi haruslah mendapatkan reward (pengakuan, peningkatan gaji dsb) dan sebaliknya dengan memberi punishment terhadap pekerja yang melanggar aturan perusahaan atau tidak sesuai dengan tujuan perusahaan.
Penilaian (pemindahan dan promosi): Para pekerja secara periodik mendapat penilaian apakah kinerja mereka sudah sesuai dengan yang diharapkan. Pekerja yang menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan (kemampuan dan produktivitas) dapat dipindahkan (mutasi) atau diberhentikan (pecat atau pensiun). Sementara yang pekerja yang memiliki komitmen dan prestasinya meningkat pesat dapat dipromosikan untuk melakukan tugas-tugas yang memiliki tanggungjawab yang lebih besar. Jika kebutuhan perusahaan tidak terpenuhi dari pekerja, maka lowongon dapat diisi dari proses rekrutmen kembali.

4. Struktur Organisasi Bisnis
Pada dasarnya organisasi bisnis adalah sebuah struktur yang dapat dibedakan ke dalam dua struktur: organisasi kerja (fungsi-fungsi) dan organisasi orang-orang yang melakukan tugasnya pada fungsi yang ada. Kedua struktur ini pada prinsipnya semacam dua sisi mata uang: sisi yang satu organisasi kerja (fungsi) dan sisi yang lain organisasi orang-orang atau pekerja. Dengan kata lain organisasi tidak akan berfungsi tanpa orang (people)
Pada perusahaan kecil, struktur organisasi pekerja sangat sederhana: ada pimpinan dan dengan anak buah. Oleh karena fungsi-fungsi belum berkembang, maka fungsi finance, fungsi operasi dan fungsi marketing ditangani langsung oleh pimpinan perusahaan dengan dibantu sejumlah karyawan. Jika fungsi-fungsi telah berkembang maka fungsi-fungsi tersebut dapat didelegasikan oleh pimpinan ke tangan satu manajer atau lebih sesuai dengan kebutuhannnya. Demikian seterusnya, bahwa perusahaan membutuhkan manajer SDM, manajer public relation, manager IT dan sebagainya. Mekanisme yang berlangsung dalam hal ini adalah proses evolusi dimana fungsi bekerkembang yang diikuti dengan pengembangan orang-orang (internal) atau mencari orang yang berkompeten dari luar (eksternal) untuk menjalankannnya.
Sebaliknya suatu perusahaan baru yang dibangun atas kebutuhan berdasarkan studi kelayakan yang komprehensif, struktur dapat langsung disiapkan sedemikian rupa sehingga memenuhi semua fungsi-fungsi yang direncanakan. Dalam hal ini, pemenuhan kebutuhan orang-orang untuk mengisi posisi dan jabatan yang ada dapat dilakukan melalui proses rekrutmen yang standar. Mekanisme yang berlangsung dalam hal ini adalah proses revolusi dimana orang-orang yang sesuai diseleksi untuk menduduki posisi dan jabatan yang tersedia.   
Dua asal usul organisasi bisnis di atas, semakin formal bentuk perusahaan maka kebutuhan legalitas semakin diperlukan. Perlunya legalitas tersebut umumnya dikaitkan dengan pemilikan modal yang menyebabkan jenis perusahaan menurut legalitasnya terdiri dari CV, Fa, PT dan koperasi. Selain jenis legalitas perusahaan tersebut memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda terhadap negara, namun didalamnya sesungguhnya melekat hal yang terkait dengan sumberdaya pekerja yang dikaitkan dengan hak dan kewajiban yang diatur di dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

5. Kehadiran Organisasi Pekerja
Pada masa kini, di satu sisi para pekerja tidak lagi dipandang sebagai faktor produksi semata, tetapi mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan dan kesinambungan perusahaan dalam berusaha. Dengan adanya legalitas perusahaan (register) maka keleluasaan perusahaan terhadap pekerja semakin dibatasi. Perusahaan tidak lagi menjadi sebuah wujud keinginan pengusaha, tempat para pekerja untuk mendapatkan upah/salary, tetapi juga menjadi aset nasional yang dipelihara oleh pemerintah untuk mendukung pengembangan perekonomian: profit bagi pengusaha, upah bagi pekerja dan pajak bagi negara.
Disinilah peran pengusaha/perusahaan dalam  membangun morale dan mempertemukan kebutuhan para pekerja serta mensinergikan dengan tujuan pemerintah. Namun demikian, perselisihan antara pekerja dan pengusaha dapat membawa pengaruh negatif bagi semua stakeholder (termasuk share holder). Oleh karena itu, antara pekerja dan pengusaha haruslah menjadi mitra strategis bagi kedua belah pihak. Keutamaan mitra strategis ini adalah untuk menaikkan kinerja (produktivitas) lewat peran strategis para pekerja.
Bagi pemerintah sendiri, sebagai pihak yang mewakili masyarakat (eksternal) mengharapkan bahwa hubungan pengusaha-pekerja ini haruslah selalu dalam kondisi yang harmoni. Sebab, perusahaan adalah mesin ekonomi dimana peranan pengusaha sangat diharapkan memberikan nilai tambah perusahaan (profit) dan para pekerja memberikan nilai tambah individu (upah: wage atau salary). Sebab kedua sumber nilai tambah ini (secara bersama-sama dengan sewa (rent) dan pendapatan atas bunga (interest) menjadi komponen-komponen penting  bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam bernegara.
Untuk menjaga hubungan harmonis yang tidak terbantahkan di dalam dunia ekonomi tersebut berkembang konsep hubungan industrial, yaitu: untuk mengatasi permasalahan eksploitasi pengusaha terhadap pekerja. Konsep hubungan industrial ini meneyebabkan fungsi sarikat pekerja di dalam perusahan menjadi solusi, terutama dalam berbagai aspek yang terkait dengan para pekerja seperti K3, tuntutan kesejahteraan dan lainnya.
     Pekerja produksi             : Kenaikan salary; THR; UMK/UMKS
     Pekerja non-produksi       : Kenaikan salary; THR; bonus 
Namun demikian, harus disadari bahwa kehadiran sarikat pekerja haruslah dipandang sebagai mitra pengusaha di dalam bentuk kolektif. Akan tetapi perselisihan antara pekerja dan pengusaha tidak terhindarkan sehingga harus melibatkan unsur pemerintah. Tuntutan para pekerja seperti quality of work life (fisik dan psikis) sebenarnya dapat disinergikan dalam hubungan yang mutualisme antara commitment (tujuan bersama) dan trust (adil).
Dalam hal ini tanggungjawab perusahaan tidak hanya semata-mata untuk mendapatkan profit tetapi juga turut membantu pekerja agar perform dan menghidari sifat simplistic dimana perusahaan tidak langsung menggati (replace) jika para worker bekerja tidak memuaskan. Jalan lain adalah dengan pendekatan komitmen terhadap perusahaan harus dibangun–jika pekerja tidak produktif mereka tidak akan menerima upah atau peningkatan salary.

PROPOSAL PRESENTASI BISINESS PLAN

PRESENTASI  BUSINESS PLAN
MANAGER

 TOKO-USAHA

======================
            
   
KOMPUTER DAN RENTAL
USAHA DAGANG-PUPUK
===============================

RUMAH MAKAN & KOLAM PEMANCINGAN

" SANDARI "

MAKANAN KHAS NASIONAL & SEA FOOD

JLN;TIGA DOLOK-TIGA BALATA( ARAH PARAPAT)SIMALUNGUN


======================================

MITRA USAHA BINAAN

---------------------------------


 USAHA BINAAN KSU-NUARI 
UDANG LOBSTER AIR TAWAR(LAT)
MITRA : 0079
===============================
-PEMBESARAN/KONSUMSI-
 A.PENDANAAN/ BIAYA  PRODUKSI AWAL:
-  Pembuatan kolam   40 unit @ 300.000.-        Rp.    9.000.000.
Aerator                                                                    Rp.   3.000.000.
Pipa dan selang aerator                                       Rp.   1.000.000.
Pipa paralon                                                           Rp.  2.000.000.
Perlengkapan lain                                                Rp.  1.000.000. 
B. BIAYA OPERASIONAL :
-  Pembelian benih 3000  ekor x 2 periode   = 6000@ Rp.2000 =Rp.  12.000.000.
Upah pekerja  ( 1 tahun )                                    Rp.  12.000.000.
Pakan  (1 tahun )                                                  Rp.  30.000.000.
Listrik ( 1 tahun )                                                Rp.   3.000.000.
Pam ( aliran air )                                                  Rp.   3.000.000.
                                                      Total biaya         Rp.  76.000.000. 
C. PREDIKSI PENGHASILAN SETIAP TAHUN :

-  Jumlah Produksi  = 6000 ekor  x 200 gram/ekor
                     = 1.200.000 gram-  
Pendapatan hasil = 1.200.000 gram(1.200 kg) x Rp. 150.000/kg = 180.000.000.-
D. KEUNTUNGAN USAHA :
Rp.180.000.000 – Rp. 76.000.000= Rp. 104.000.000./tahun= Rp. 8.666.666/bulan
 
 

Senin, 15 November 2010

Aplikasi Manajemen dalam Kehidupan


APLIKASI ILMU MANEJEMENT DALAM KEHIDUPAN
Saat kita di tuntut untuk lebih profesional dalam melakukan tugas pekerjaan untuk mencapai hasil yang maksimal dan memuaskan, karna itu ilmu manejemen sampai saat ini telah masuk dalam kehidupan kita.Dan tidak bisa dipungkiri lagi manejement sudah menjadi bagian dalam kehidupan para pekerja.
Hal ini dibuktikan bahwa adanya pendidikan yang mengulas tentang manejement yang sngat diperlukan dalam dunia pendidikan,dengan tujuan menciptakan sumber manusia yang sangat handal,demi mencapai perkembangan yang di tuntut untuk menguasai ilmu tersebut.
Aplikasi manejemen dalam kehidupan mencakup berbagai aspek.diantaranya adalah pendidikan,pekerjaan,dan lingkup masyarakat yang mempunyai usaha.Kita bisa lihat betapa penting nya ilmu manejemen dalam kehidupan bermasyarakat yang menunjang untuk kepentingan kehidupan setiap warga negara

Manajemen yang Filosofis
Praktek manajemen berurusan dengan tindakan dan aplikasi. Ujian terhadap berhasil tidaknya praktek manajemen adalah hasilnya. Akan tetapi hasil itu tidak melulu terkait dengan uang (economic performance), tetapi juga dengan manusia, nilai-nilainya, dan perkembangannya. Inilah yang membuat manajemen terkait erat dengan kemanusiaan. Bahkan bisa juga dibilang, dimensi filosofis terdalam dari manajemen adalah sisi kemanusiaannya. Manajemen terkait erat juga dengan struktur sosial dari komunitas, di mana praktek manajemen tersebut dilaksanakan. Berbicara melalui pengalaman bertahun-tahun bekerja sama dengan para praktisi manajemen, Drucker berpendapat, bahwa manajemen sangatlah terkait dengan moralitas. Moralitas yang juga selalu terkait dengan hakekat dari manusia itu sendiri, sisi baik maupun sisi buruknya.
Kesimpulan bacaan di atas adalah pentingnya pendidikan ilmu manejement bagi setiap kita
Karna perkembangan yang sangat pesat kita di tuntut untuk menggunakan ilmu yang kita punya dan harus memiliki daya kreatifitas sebagai modal untuk kita melangkah ke jenjang yang lebih baik
Unsur keputusan yang cepat dan cerdas dalam inovasi manajemen sering berperan membantu perusahaan mengembangkan keunggulan yang bertahan lama. Tampaknya tak ada faktor yang mencerminkan instrumen yang sama dalam menjamin keberhasilan persaingan jangka panjang. Artinya setiap perusahaan memiliki inovasi manajemen dengan teknik dan keunggulannya masing-masing. Hal ini sangat berkait dengan kemampuan analisis keputusan yang di dalam ilmu manajemen disebut sebagai manajemen operasi.
Suatu inovasi manajemen cenderung menghasilkan keunggulan kompetitif ketika satu atau lebih dari tiga syarat dipenuhi. Yangpertama adalah inovasi didasarkan pada prinsip manajemen baru dengan meninggalkan sisi-sisi yang orthodox; kedua bahwa inovasi merupakan suatu proses yang sistemik dari suatu proses dan metode yang digunakan; dan ketiga, inovasi merupakan bagian dari suatu program invensi jangka panjang yang tak pernah berhenti. Kemudian peran karyawan (sumberdaya manusia) sebagai inovator sekaligus agen pembaharu menjadi sangat penting dalam menciptakan keunggulan. Dalam hal ini peranan budaya kerja dan budaya inovasi sangat strategis. Peran ilmu manajemen sumberdaya manusia, perilaku oganisasi, dan budaya organisasi tampaknya sangat efektif ketika perusahaan akan mengembangkan inovasi manajemennya.

Dalam konteks pengembangan bisnis, diperlukan pembentukan paradigma kolektif. Semua satu bahasa, satu langkah, dan satu tujuan. Paradigma kerja ditampilkan ke permukaan dan diterjemahkan oleh semua pelaku bisnis dalam perusahaan. Dengan paradigma dapat dicegah terjadinya kerugian-kerugian perusahaan melalui pendekatan kerja yang efisien. Pola kerja yang sinergis antarunit di perusahaan dibentuk lewat sistem koordinasi yang efektif. Karena itulah sebaiknya pihak manajemen memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menerapkan praktek-praktek ilmu organisasi pembelajaran dan manajemen pengetahuan.
Perusahaan seharusnya merumuskan standar yang fleksibel dan bervariasi dalam hal pendekatan perubahan dan pemberian penghargaan kepada karyawan yang inovatif. Selain itu perusahaan harus juga mendengarkan kritik para pelanggan untuk bahan penyusunan perubahan yang dikehendaki para pelanggan. Umumnya suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan tinggi, dengan kemampuan perubahan yang besar akan sangat mungkin memuaskan, bertahan dan memberi daya tarik kepada para pelanggan. Disinilah pengetahuan pihak manajemen yang menyangkut manajemen pemasaran dan perilaku konsumen sangatlah penting.
Sementara itu bisnis secara berkeberlanjutan merefleksikan terjadinya saling kebergantungan dengan beragam aspek unsur manusia. Pertumbuhan ekonomi adalah penting bagi kemanfaatan individu dan masyarakat keseluruhan. Namun jangan melupakan nilai-nilai kemanusiaan seperti kehidupan keluarga, perkembangan intelektual, moral, dan pengembangan spirit. Mengapa? Karena bisnis yang berdimensi berkelanjutan mengandung arti bahwa pada setiap upaya mencapai tujuannya baru akan berhasil jika ada pelanggan atau konsumen yang aktif. Dengan demikian agar bisnis bisa hidup berkembang maka ia harus berorientasi pula pada kepentingan aspirasi ekonomi dan non-ekonomi masyarakat atau kepedulian kepada aspek sosial dan lingkungan. Lebih jauh dikenal dengan istilah tanggung jawab sosial korporat. Tidak ayal lagi untuk itu kemampuam manajemen yang dibutuhkan bukan saja dalam dimensi ketrampilan manajerial tetapi juga yang menyangkut penguasaan ilmu humaniora dan politik.
Kriteria utama dalam proses pembelajaran di bidang manajemen masih digunakan dalam keberhasilan meluluskan mahasiswa. Diasumsikan ketika mereka bekerja di masyarakat akan menunjukkan performa yang prima. Penelitian menunjukkan gambaran hasil yang tidak signifikan. Menurut Belbin (1981), kelompok karyawan dengan kecerdasan di atas rata-rata tidak memiliki kemampuan untuk bekerjasama di kelompoknya. Hal ini juga diperkuat bahwa lulusan MBA (mewakili yang berintelegensia tinggi) terlalu analitis namun kurang mampu berhubungan dengan orang lain dan berpikiran sempit (Ed Griffin,1981). Disinilah tampak bahwa kemampuan yang berbasis soft skills seperti dalam hal; empati, kreatifitas, prakarsa, kerjasama, dan komunikasi menjadi sangat penting dalam mengembangkan manajemen kerja dan kinerja.