Selasa, 05 April 2011

Bekuk Sociedad, Hercules Perbaiki Posisi

text Okezone
F: ist
F: ist
SOCIEDAD – Hercules membawa pulang poin penuh usai mengalahkan tuan rumah Real Sociedad 3-1 di Estadio Municipal de Anoeta, Senin (4/4/2011).

Tambahan tiga poin ini membuat Hercules setidaknya mencoba merangkak keluar dari zona degradasi. Hanya saja Hercules masih tertahan di posisi 18, atau tertinggal satu poin dari titik aman. Sementara Sociedad ada di posisi 14 dengan poin 35 dari 30 kali berlaga.

Pertandingan sudah berjalan menarik sejak babak pertama. Kedua tim saling jual beli serangan di sepanjang 45 menit awal ini. Sayang, tidak ada gol yang tercipta hingga Hercules dan Sociedad masuk ruang ganti.

Babak kedua Hercules memegang kendali laga. Tim besutan Miroslav Djukic ini mencuri gol pembuka pada menit 70. Aksi Javier Portillo memanfaatkan bola sodoran Kiko berujung menjadi gol.

Royston Drenthe adalah bintang di laga ini. Pemain asal Belanda pinjaman dari Real Madrid ini menghasilkan dua gol pada menit 85 dan 90. Gol pertama Drenthe terjadi berkat umpan Nelson Valdez, dan gol kedua hasil dari assist Sendoa.

Gol hiburan untuk tuan rumah tercipa beberapa saat jelang bubaran. Adalah Diego Ifran yang menjebol gawang Catalayud Sanchez, untuk menutup pertandingan menjadi 3-1.

Madrid Telan Pil Pahit di Bernabeu


Foto: Miguel de Las Cuevas merayakan gol semata wayangnya ke gawang Real Madrdi (Getty Images)
Foto: Miguel de Las Cuevas merayakan gol semata wayangnya ke gawang Real Madrdi (Getty Images)
MADRID - Real Madrid kembali menelan pil super pahit di sisa musim ini. Armada Jose Mourinho kian sulit mengejar pencapaian poin pemuncak klasemen, Brcelona, lantaran menelan kekalahan tragis dari tim papan bawah, Sporting Gijon. Mesut Ozil dkk harus rela menyerahkan kemenangan dengan skor tipis 0-1 di markas kebanggaan mereka, Santiago Bernabeu.

Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Madrid yang minus megabintangnya, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema coba menekan sejak menit awal pertandingan. Emmanuel Adebayor dan Esteban Granero yang diduetkan Mourinho belum menemukan irama yang tepat untuk menggempur lini pertahanan Gijon. Sejumlah peluang yang didapat Madrid pun terbuang begitu saja.

Mesut Ozil dan Angel di Maria memiliki kans besar untuk memeberondong lini pertahanan Gijon. Sayang, upaya keduanya masih terbentur rapatnya barisan pertahanan Gijon yang digalang Ivan Soto dkk. Alhasil, pertandingan pun semakin menguras emosi karena kedua tim tampil ngotot untuk membuka keunggulan. Namun, Madrid yang bertindak sebagi tuan rumah tidak berhenti menekan Gijon. Tapi entah mengapa Madrid terlihat kesulitan membobol gawang Gijon.

Di babak kedua, skor kacamata yang masih terpampang besar di papan skor membuat kedua tim semakin meningkatkan frekuensi serangan. Sayang, keasyikan menyerang, Madrid malah lupa menjaga pertahanan. Ujung tombak Gijon di paruh kedua yang berkompoisi Gaston Sangoy dan Sebastian Egueren nyaris membuat gawang Iker Cassillas kebobolan. Mujur, barisan pertahanan Madrid yang berisi Raul Albiol dan Ricardo Carvalho masih bisa mengatasi situasi mencekam ini.

Dan petaka buat Madrid akhirnya tiba. Kerja sama apik yang diperlihatkan Miguel de Las Cuevas dan Ignachio Cases membuahkan gol pertama buat Gijon di menit 79. Tertinggal satu gol, armada Los Galacticos pun kelimpungan. Dengan sekuat tenaga mereka mengkreasikan peluang emas, minimal untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Celakanya, tidak ada satu gol tercipta dari kaki pemain Madrid hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini, jelas mencoreng arang di dahi The Special One. Bagaimana tidak, pelatih asal Portugal itu gagal mempertahankan hasil bagus yang diperoleh Madrid di laga kandang sepanjang musim ini di semua kompetisi. Lebih dari itu, Mou pun gagal menjaga rekor impresif Madrid selama hampir satu dekade saat bertarung di Bernabeu.

Saat ini, untuk sementara waktu margin poin Madrid dengan seterunya Barcelona menjauh menjadi lima angka lantaran Madrid saat ini mengkoleksi 73 poin. Sedangkan berkat kemenangan ini, Gijon melesat lima strip ke peringkat 11.

Senin, 04 April 2011

TUGAS 7K

1. Apa yang saudara ketahui tentang Komunukasi?
Jawab:
Komunikasi adalah Usaha mendorong orang lain menginterprestasikan pendapat seperti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempinyai pendapat tersebut.
2. Sebutkan 3 Unsur Komunikasi!
Jawab:
a. Pengirim berita (Komunikator/Sender)
b. Penerima berita (Komunikan/Receiver)
c. Berita atau Informasi
3. Apabila diketahui dalam sebuah seminar, dimana seminar di ikuti 2 kelas yaitu 1DB19 dan 1DB22, jumlah mahasiswanya adalah 34 (DB 19) dan 38 (DB 22), acara tersebut di hadiri 2 moderator dan 4 dosen, Berapakah Jumlah arus komunikasi yang terjadi menurut J.E WALTHERS? Berapa Saluran Komunikasinya dari data tersebut?
Jawab:
R= 72 (72-1)
= 5112
Saluran komunikasinya :
SK = 72 (72-1)/2
= 5112 / 2
= 2556 saluran
4. Apabila saluran komunikasi dalam sebuah organisasi tidak dapat menampung kebutuhan informasi apa yang akan terjadi pada organisasi tersebut?
Jawab:
- Pemimpin menghadapi beban kelebihan informasi
- Kesulitan penyimpanan serta pengambilan informasi dari tempat penyimpanan semula
- Gangguan dalam proses umpan balik
- Gangguan dalam waktu pelepasan informasi
- Pemanfaatan tak efektif jaringan komunikasi yang ada
5. Sebutkan Tujuan tujuan Komunikasi Menurut James. G. March dan Herbert A. Simon:
Jawab:
- Kegiatan untuk kegiatan komunikasi tidak terprogram Contoh: Desas-desus, Kata burung, Grapevine.
- Komunikasi memulai dan penciptaan program
- Komunikasi pemberian data penerapan strategi
- Komunikasi untuk menimbulkan program
- Komunikasi tentang hasil kegiatan

Tugas 8S

1. Pengaruh merupakan suatu transaksi sosial dimana seorang atau sekelompok orang melakukan kegiatan sesuai dengan harapan dari orang yang mempengaruhi, hal tersebut dikemukakan oleh:
a. Scott_Mitchell c. Herbert A. Simon
b. French_Raven d. Freud_Veblen
2. Model pengambilan keputusan yang dikemukan oleh Fisher, dimana model tersebut menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan, model yang lebih memfokuskan pada pemberian resep perbaikan:
a. Brainstorming c. Preskriptif
b. Synectics d. Deskriptif
3. Orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan, merupakan konsep pengambilan keputusan:
a. Ekonomi c. Manusia mobicentrik
b. Manusia administrasi d. Sosial
4. Model perilaku pengambilan keputusan yang identik dengan “sifat kompetitif” adalah:
a. Manusia organisasi c. Pengusaha baru
b. Manusia administrasi d. Manusia mobicentrik
5. Dibawah ini merupakan metode-metode yang digunakan untuk mempengaruhi, kecuali:
a. Balas jasa c. Sanksi
b. Kharisma d. Kekuatan fisik
6. Langkah-langkah pengambilan keputusan menurut Herbert A. Simon, kecuali:
a. Kegiatan intelijen c. Kegiatan pemilihan
b. Kegiatan evaluasi d. Kegiatan desain
7. Kekuasaan itu berdasarkan pengaruh dan pengaruh didasarkan atas perubahan psikologis, analisa tersebut dilakukan oleh:
a. Scott_Mitchell c. Freud_Veblen
b. French_Raven d. Kepnal_Trigoe
8. Model pengambilan keputusan dimana satu orang mengemukakan konsep yang lain bereaksi, merevisi secara terus menerus:
a. Segitiga keputusan c. Spiral
b. Melingkar d. Linier
9. Berusaha menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum kelompok dengan cara memberikan kesempatan tiap anggota untuk menyumbangkan ide-ide mereka:
a. Brainstorming c. Preskriptif
b. Synectics d. Deskriptif
10. Sumber atau basis kekuasaan menurut French_Reven, kecuali:
a. Paksaan c. Sah
b. Partisipatif d. Panutan

Jumat, 01 April 2011

Belajar Mencintai


Cinta adalah sebuah proses yang tidak akan pernah mencapai definisi yang pasti dan sempurna. Selama kita mencintai, selama itu pula kita berproses dengan cinta, dalam cinta dan belajar dari cinta. Ketika kita mencintai, maka berarti kita harus belajar memberi, mengerti dan berbagi, belajar menerima kekurangan dan menghargai kelebihan, serta belajar menjaga mata dan hati. Di saat kita mencintai, maka kita pun belajar memaafkan dan mencintai ketidaksempurnaan karena cinta bisa saling melengkapi dan saling mengisi. Namun, dalam mencintai, bersikaplah wajar dan apa adanya, jangan berlebihan dan menganggap sempurna karena hanya Yang Maha Cinta yang pantas menerima penghambaan sempurna.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda
Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah musuh atau orang yang kamu benci sewajarnya saja, karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu.
Hadits ini memiliki makna yang dalam dan perlu perenungan yang benar-benar tulus. Ketika kita mencintai sesuatu atau seseorang, biasanya kita menganggapnya yang paling istimewa bahkan sempurna, sehingga ketika suatu hari menemukan kekurangannya kita merasa kecewa bahkan terluka luar biasa. Tanpa cinta, memang sengsara. Namun, berharap pada cinta manusia, tak selalu indah. Bersandar pada cinta insani, tak selalu bahagia. Kewajaran dalam mencintai dapat menuntun hati pada kesiapan menerima berbagai kemungkinan. Kalaupun sakit, tidak larut dalam rasa sakit dan memelihara luka. Jika bahagia pun, tidak lena dalam rasa bahagia hingga lupa berpijak pada kenyataan.
Karena itulah, cinta merupakan proses belajar mencintai cinta itu sendiri, bukan sekedar merasakan dan menikmati rasa cinta semata.
Belajar mencintai berarti belajar mengelola harapan. Ketika kita berharap banyak pada cinta manusia, maka bersiaplah terluka karena harapan tak selalu seindah kenyataan. Dan di saat kita memberi harapan pada seseorang hingga ia mulai mencintai kita, maka kita harus menjaga hatinya. Sekali kita melukainya atau meninggalkannya begitu saja, maka mungkin saja akan menjadi kenangan pahit dalam hidupnya yang tidak bisa dilupakannya sepanjang ia mengingat kita.
Belajar mencintai berarti belajar menerima apa adanya bukan mengharapkan kesempurnaannya.. Menerima kekurangannya, menghargai kelebihannya, sehingga kita tidak akan membanding-bandingkannya. Mungkin tanpa kita sadari, membandingkan merupakan tanda mengejar kesempurnaan yang kelak akan kita sesali ketika kita kehilangannya.
Belajar mencintai berarti belajar untuk memiliki dan belajar membebaskannya. Memiliki hatinya tak berarti mengungkung raga dan pemikirannya. Cinta bukan sekedar benar atau salah, kepatuhan atau pembangkangan. Cinta adalah penghargaan, pengertian dan penyesuaian, bukan sekedar menyamakan segala bentuk keinginan dan mematikan segala bentuk perbedaan. Cinta itu ketulusan untuk saling membahagiakan dengan yang ada yang kita bisa. Perbedaan merupakan warna indah yang akan menyemarakkan nuansa cinta. Persamaan merupakan ikatan yang akan membangun kepercayaan satu sama lain.

Keberhasilan Bukan Kelulusan


Lulus dan tidak lulus merupakan jawaban atas penantian akan hasil ujian. Kelulus ujian bisa jadi merupakan momentum kegembiraan siswa, sekaligus penentu keberhasilan prestasi kognitif siswa dari proses pembelajaran dalam lingkup pendidikan formal Ketidaklulusan dianggap bencana massal dunia pendidikan kita, berbagai reaksi ekspresif pun muncul sebagai bentuk ketidakpuasan dan “merasa dirugikan” oleh sistem yang diterapkan. Kelulusan dan ketidaklulusan dalam ujian nasional selalu menjadi perdebatan panas berkaitan dengan sistem dan kualitas lulusan itu sendiri. Padahal, jika dicermati ada yang lebih sering terlupakan daripada persoalan lulus atau tidak lulus ujian yaitu kompetensi siswa yang tidak sekedar aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotoriknya sebagai bagian dari ranah pendidikan yang harus dikembangkan dalam diri dan potensi siswa. Lalu, bagaimana arti penting kompetensi?
Kompetensi bukan sekedar faktor nilai angka kelulusan atau ketidaklulusan dalam ujian tertulis dan bersifat teoritis karena kemampuan seseorang tidak bisa diukur hanya dari satu aspek saja. Sebuah kompetensi memiliki arti yang mewakili keseluruhan potensi yang dimiliki seseorang yang nantinya akan menumbuhkan kemampuan hingga keahlian di bidang tertentu yang bisa membangun dan mengembangkan kreativitas juga daya hidupnya. Kompetensi merupakan bangunan potensi yang berasal dari faktor psikologis, mental, moral, intelektual, spirituali, serta kemampuan motorik dan praktis, sehingga faktor-faktor tersebut harus benar-benar diikutsertakan dalam menerapkan sebuah standard kompetensi dan kelulusan, serta menentukan keunggulan komprehensif dari pengembangan potensi siwa melalui sebuah metode ujian. Dengan demikian, nilai keberhasilan siswa benar-benar mewakili kompetensi yang dimilikinya yang tidak bisa “dimanipulasi”.
Berbicara kompetensi dalam dunia pendidikan memang tidak akan lepas dari faktor sitem, kurikulum dan metode uji kompetensi itu sendiri. Sebuah realita bahwa ujian nasional merupakan momok yang menggejala hingga menimbulkan sindrom yang membebani banyak pihak, terutama siswa dan guru. Kenyataan ini hampir selalu berulang dari tahun ke tahun yang perlu diatasi secara serius.
Jika kita mau dan berupaya untuk mampu berpikir jernih, selalu ada 2 sisi dalam segala hal yang kita jalani, baik dan buruk – positif dan negatif. Bahkan dalam keburukan pun selalu tersisip hikmah, sehingga kita mau menjadi pembelajar. Ujian memiliki 2 kemungkinan lulus atau tidak lulus. Kelulusan bisa menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja ketika tujuan kita hanya sampai lulus semata. Lain halnya dengan orang yang memiliki tujuan dan harapan besar untuk melakukan atau melanjutkan langkah berikutnya, kelulusan bisa menjadi sebuah hal yang sangat penting dan berarti. Karena itu, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kelulusan jika kita dapat membagi cara berpikir kita dengan membangun pemikiran baru yang bisa mengalihkan fokus terhadap kelulusan itu.

Menulis Membuat Hidup Menjadi Bergairah


Kartini memang sosok perempuan yang luar biasa, sehingga hari kelahirannya diperingati sebagai wujud penghargaan atas perjuangan dan jasa-jasanya, serta dijadikan momentum perempuan secara nasional. Memaknai Kartini dan Hari Kartini, bukan sekedar ritual tahunan kebangsaan. Tanpa mengabaikan peran dan perjuangan tokoh pahlawan perempuan lainnya, sosok yang dianggap sebagai tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut memiliki arti yang kuat dan unik. Belajar dari Kartini berarti belajar memahami dan memaknai kepribadian, perjuangan dan pemikirannya.
Sebagai satu pribadi, Kartini adalah sosok yang memiliki kepekaan perasaan dan keprihatinan terhadap nasib dan harapan kaumnya untuk terbebas dari diskriminasi gender dalam budaya feodal yang kental, serta nasib bangsanya dalam cengkeraman kolonialis. Kepekaan rasa telah membuatnya menjadi pribadi yang membumi, perenung yang memiliki daya kritis dalam berpikir, sehingga menuntunnya berjuang melalui cara yang tidak biasa di zamannya. Menyampaikan gagasan atas kondisi yang dialami diri dan bangsanya melalui tulisan pribadi berupa surat.
Sebagai seorang penulis dan pemikir, ia adalah sosok yang memiliki intelektualitas dengan kemampuannya mengemukakan gagasan-gagasan cemerlang seputar masalah sosial, pendidikan dan gender yang tidak cukup popular di zamannya. Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, judul buku dari kumpulan surat-surat R.A Kartini untuk sahabat penanya Stella di Belanda yang dirilis tahun 1911, begitu fenomenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Kartini setidaknya telah membaca sekitar 30 buah buku dalam bahasa Belanda, empat buku dalam bahasa Perancis, membaca majalah yang terbit di Belanda secara teratur dan majalah berbahasa Belanda yang terbit di Semarang. Bacaannya banyak berkaitan dengan sastra dan perkembangan mutakhir perpolitikan di negeri Belanda.
Bacaan-bacaan inilah yang kemudian membuat setiap argumen Kartini tak terpatahkan karena didasari oleh kondisi obyektif.