Jumat, 01 April 2011

Belajar dari Kartini

Kartini memang sosok perempuan yang luar biasa, sehingga hari kelahirannya diperingati sebagai wujud penghargaan atas perjuangan dan jasa-jasanya, serta dijadikan momentum perempuan secara nasional. Memaknai Kartini dan Hari Kartini, bukan sekedar ritual tahunan kebangsaan. Tanpa mengabaikan peran dan perjuangan tokoh pahlawan perempuan lainnya, sosok yang dianggap sebagai tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut memiliki arti yang kuat dan unik. Belajar dari Kartini berarti belajar memahami dan memaknai kepribadian, perjuangan dan pemikirannya.
Sebagai satu pribadi, Kartini adalah sosok yang memiliki kepekaan perasaan dan keprihatinan terhadap nasib dan harapan kaumnya untuk terbebas dari diskriminasi gender dalam budaya feodal yang kental, serta nasib bangsanya dalam cengkeraman kolonialis. Kepekaan rasa telah membuatnya menjadi pribadi yang membumi, perenung yang memiliki daya kritis dalam berpikir, sehingga menuntunnya berjuang melalui cara yang tidak biasa di zamannya. Menyampaikan gagasan atas kondisi yang dialami diri dan bangsanya melalui tulisan pribadi berupa surat.
Sebagai seorang penulis dan pemikir, ia adalah sosok yang memiliki intelektualitas dengan kemampuannya mengemukakan gagasan-gagasan cemerlang seputar masalah sosial, pendidikan dan gender yang tidak cukup popular di zamannya. Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, judul buku dari kumpulan surat-surat R.A Kartini untuk sahabat penanya Stella di Belanda yang dirilis tahun 1911, begitu fenomenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Kartini setidaknya telah membaca sekitar 30 buah buku dalam bahasa Belanda, empat buku dalam bahasa Perancis, membaca majalah yang terbit di Belanda secara teratur dan majalah berbahasa Belanda yang terbit di Semarang. Bacaannya banyak berkaitan dengan sastra dan perkembangan mutakhir perpolitikan di negeri Belanda.
Bacaan-bacaan inilah yang kemudian membuat setiap argumen Kartini tak terpatahkan karena didasari oleh kondisi obyektif.

Arti Kesepian

Pada waktu-waktu tertentu, seringkali kita merasa kesepian. Rasa sepi bisa juga muncul di saat kita berada di tengah keramaian. Perasaan sepi ada kaitannya dengan berubahnya keadaan dalam kehidupan kita. Kehilangan seseorang yang berarti, sahabat-sahabat sudah berganti status atau pindah tempat tinggal, ataupun jauh dengan keluarga.
Kesepian yang kita alami sejatinya bukan karena kita benar-benar sendiri, melainkan adanya dorongan perasaan yang membentuk persepsi tentang perbedaan diri kita dengan lingkungan sosial kita. Menurut John T. Cacioppo, seorang ilmuwan syaraf yang telah mempelajari isolasi manusia dan koneksi selama tiga decade, kesepian bukan aktualisasi dari kesendirian melainkan persepsi seseorang tentang isolasi sosial, sehingga apa yang dilihatnya seolah-olah membuatnya berbeda, terasing dari orang-orang di sekitarnya meskipun kenyataannya tidak seperti yang dipikirkannya.
Tanpa disadari, kita mungkin sering merasa sedih, sendiri dan terasing di saat kita tahu bahwa sahabat-sahabat kita sering update status atau berkumpul di situs-situs jejaring sosial, mengadakan reuni atau sekedar bertemu di acara tertentu yang enggan kita ikuti. Perasaan seperti ini biasanya dipicu oleh persepsi tadi, “saya berbeda dengan mereka”. Faktornya, mungkin karena kita belum berubah status, belum menikah dan berkeluarga, belum sesukses mereka dan factor-faktor lain yang berhubungan dengan dominasi perasaan. Padahal, apa yang kita persepsikan tidak sepenuhnya benar. Karena itu, kesepian yang kita rasakan sejatinya merupakan respon psikologis dan fisiologis atas perubahan keadaan.
Kesepian yang kita rasakan bisa diatasi karena setiap individu memiliki kekuatan untuk memandang sesuatu dan mengubah cara pandangnya tersebut. Mengatasi kesepian bisa dikatakan seni menyeimbangkan persepsi dengan memperhatikan beberapa faktor berikut :
- Memahami dan menganalisa gejala yang muncul dalam diri kita. Kesepian jangan selalu diartikan dengan kesedihan, depresi, ketakutan atau kejenuhan. Setiap gejala bisa saja berbeda. Dengan memahami pemicunya, intensitas dan frekuensi kemunculannya, serta efek yang berpengaruh terhadap diri kita, kita bisa lebih siap mengatasi rasa kesepian itu atau bahkan menghindarinya jika akan berakibat destruktif.
- Mengubah gaya hidup kita dengan tidak melakukan kegiatan yang akan semakin menekan kita ke dalam rasa kesepian. Mengajak teman atau saudara untuk makan bersama, makan di luar, menonton film di bioskop atau bertegur sapa dengan tetangga bisa menjadi sesuatu yang membuat hidup kita berbeda. Awalnya, mungkin akan terasa sulit, tetapi hal-hal yang sederhana itu bisa memotivasi kita untuk bisa memahami dan menyelami beberapa jenis aktivitas sosial bahkan membantu memecahkan pola isolasi yang kita persepsikan. Memulai perubahan-perubahan kecil dalam keseharian kita akan berdampak pula terhadap perasaan dan cara pandang kita.
- Ketemuan, ngobrol secara langsung dengan teman-teman dari dunia maya (kopi darat). Sesekali bertemu dengan teman chatting, mengobrol dengan teman-teman baru bisa menjadi penawar kesepian. Berselancar di dunia maya memang bisa menjadi alternative sosial, tetapi tanpa adanya interaksi langsung rasa tidak akan banyak berpengaruh untuk mengatasi kesepian. Tatap muka, ekspresi dan suara secara humanis tetap tidak bisa tergantikan 100 persen oleh media teknologi.
- Berolah raga. Selain baik untuk kesehatan tubuh, olah raga juga dapat membantu menyeimbangkan faktor emosional dan psikologis kita. Saat ini banyak jenis olah raga yang memadukan olah tubuh dengan hal-hal yang bersifat meditasi, seperti yoga, spin atau latihan pernafasan. Jenis-jenis olah raga seperti ini memiliki efek mengubah pikiran, sehingga bisa berdampak pula terhadap kondisi perasaan kita. Ketika pikiran positif, perasaan juga akan semakin terasa lega. Karena itu, jenis-jenis olah raga seperti ini seringkali mengubah cara berpikir orang, membuat seseorang merasa bahagia dengan dirinya dan merasa menemukan eksistensi dirinya.
- Selalu mengingat bahwa kualitas jauh lebih penting. Kehidupan tidak hanya untuk sekedar mencapai popularitas sosial, tetapi ada tugas-tugas kemanusiaan tertentu yang menuntut kualitas kepribadian kita. Pengakuan lingkungan memang kita butuhkan, tetapi kita tak perlu merasa harus selalu sama seperti orang lain, merasa harus selalu lebih daripada orang lain dan tidak siap dengan kekurangan diri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa yang terlihat bagus untuk orang lain, belum tentu baik untuk kita. Kualitas kepribadian kita akan menunjukkan siapa kita. Berbicara, bercerita, bertukar pikiranlah dengan orang terdekat yang benar-benar layak dipercaya atau membuat kita nyaman. Hal ini bisa membuat kita merasakan pencerahan dan membantu mengatasi kesepian.
- Menghilangkan dan menghindari rasa bersalah. Kesepian bukan semata-mata karena kita sendirian. Sebagai manusia, kita seringkali membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, merenung, dan menyepi sendiri. Di saat seperti itu, jangan merasa bersalah atau merasa mendapatkan tekanan sosial. Biarkan diri kita menempati ruang yang dibutuhkan, sehingga kita mampu mengartikan diri kita secara utuh, bukan atas persepsi “keharusan sosial” semata.
- Memiliki dan merealisasikan nilai-nilai spiritualitas melalui kegiatan ibadah dan do’a. Disadari atau tidak, kesepian itu seringkali timbul karena adanya kekosongan batin, kehampaan hubungan vertical dengan Yang Maha Kuasa. Keyakinan akan Sang Pencipta merupakan sebuah keharusan yang pada akhirnya akan menuntun kita kepada ketenangan, kepasrahan dan mengingat tujuan hidup kita. Banyak mengingat-Nya akan membuat hati kita tenang, sehingga rasa kesepian tidak menjadi malapetaka bagi kehidupan kita.

Latah Banyak Menyerang Perempuan

Latah dapat dikategorikan sebagai penyakit yang berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Berdasarkan literatur, penyakit latah hanya ditemukan pada penduduk Asia, terutama penduduk Asia Tenggara. Memang belum ada penelitian khusus terhadap hal ini, tetapi selama ini, belum banyak ditemukan orang Barat mengalami latah.Karena itu, penyakit latah disebut juga Culture Bound Syndrome.
Penyakit ini biasanya timbul sebagai reaksi keterkejutan seseorang. Ketika seseorang latah, maka ia melakukannya secara otomatis dan tidak mampu mengontrolnya. Bahkan, tidak sedikit orang yang latah dengan mengucapkan kata-kata kasar dan jorok. Semakin hari, semakin banyak orang yang mengalami latah, sehingga banyak yang mengatakan bahwa latah bisa menular. Perilaku latah seringkali menjadi bahan tertawaan dan olok-olok orang lain karena dianggap lucu, dan sering pula membuat orang-orang di sekitarnya merasa terganggu. Di samping itu, ada beberapa fenomena menarik dari penyakit latah yakni penderitanya umumnya berada pada level usia dewasa awal (sekitar 18 tahun ke atas) dan juga mayoritas penderitanya adalah kaum perempuan.
Mengapa demikian dan benarkah latah hanya menyerang perempuan?
Secara umum, di usia dewasa awal, orang sudah mulai mengembangkan diri, mulai mengenal banyak orang, serta membangun dan mengembangkan pergaulan atau “network”. Proses awal mengenal, memasuki dan mengadaptasikan diri dengan lingkungan (khususnya lingkungan baru) sering kali membuat seseorang merasa bingung, harus bersikap bagaimana dan berkata apa. Kondisi ini bisa menjadi tekanan yang berulang, sehingga muncullah perilaku latah. Hal seperti ini sama halnya dialami oleh orang yang gagap ketika ia merasa gugup.
Dalam kehidupan sosial, kaum perempuan memang lebih banyak mengalami latah. Kalaupun ada laki-laki yang mengalami latah, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan perempuan. Umumnya, laki-laki yang mengalami latah juga memiliki kecenderungan bersikap agak feminim atau agak kewanita-wanitaan. Mengapa demikian?
Berdasarkan tinjauan psikologis, kaum perempuan lebih bersifat “drama queen” dan sensitif terhadap hal atau keadaan yang menyentuh perasaannya. Salah satu tanda yang berhubungan dengan kelatahan perempuan ialah kaum perempuan lebih senang dirinya menjadi pusat perhatian, sehingga kadangkala perempuan bertindak jauh di luar nalar logisnya, mau melakukan apapun untuk bisa diterima oleh lingkungannya. Tidak jarang mereka sengaja atau ikut-ikutan latah agar diterima dan diakui oleh komunitasnya.
Di sisi lain, faktor tersebut juga menunjukkan tanda lainnya, seperti melebih-lebihkan sesuatu atau mendramatisasi keadaan. Hal ini disebabkan oleh faktor lebih menonjolnya sisi emosionalitas kaum perempuan, sehingga kadangkala permasalahan yang tidak begitu berat disikapi dengan cara yang berlebihan. Perilaku yang berlebihan ini, jika terus berkembang dalam diri seseorang, maka lama kelamaan ia bisa menjadi faktor pemicu munculnya gangguan kepribadian histrionic bahkan bisa sampai terkena gangguan kejiwaan skizoferenia, meskipun tidak semua penderitanya menjadi terkena skizoferenia.
Berbeda dengan kaum pria. Mereka jarang yang mengalami gangguan kepribadian tersebut, karena para pria lebih cuek daripada wanita. Pria juga lebih menggunakan pikiran rasional dibandingkan emosional. Kebanyakan pria akan mencari sisi logis dari segala permasalahan. Jika sisi logika sudah digunakan maka sudah keluar dari alam bawah sadar, sehingga tidak ada hal yang di repressed lagi. Karena itu, gejala umum yang terjadi, kaum pria jarang terkena latah, kecuali pria yang sering bergaya agak kewanita-wanitaan.
Penyebab utama latah erat kaitannya dengan kondisi ketenangan seseorang dalam menghadapi lingkungan sekitarnya. Rasa cemas yang tinggi atau kekhawatiran berlebihan yang dialami seseorang. Kecemasan akan sesuatu akan mempengaruhi pikiran seseorang, sehingga pikirannya terfokus kepada hal yang dicemaskannya. Kondisi ini menyebabkan sense of body control seseorang berkurang. Karena itu, bila seseorang itu terkena stimulus (yang mengagetkannya) sedikit saja, maka ia akan menjadi latah. Beberapa psikolog menyatakan bahwa latah juga bisa disebabkan oleh adanya keinginan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi, sehingga terpendam di alam bawah sadar. Hal ini biasanya berlanjut menjadi mimpi atau mengigau.

Penyabab Latah

Psikolog dari Universitas Indonesia, Indah S Hutauruk, M.Psi, mengatakan ada banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi latah.
Penyebab latah salah satunya antara lain disebabkan karena :
Seseorang mengalami mimpi yang berhubungan dengan seksualitas.
Setelah bermimpi,seseorang menjadi latah tentang kelamin. ” Jika penyebab latah itu mimpi, berarti ada sesuatu yang dipendam. Disini terdapat need atau kebutuhan yang tidak terpenuhi, lalu dipendam ke arah bawah sadar.
Rasa cemas yang dirasakan seseorang juga bisa menyebabkan orang itu mengalami latah. Seseorang yang mengalami kecemasan akan suatu hal, sehingga pikirannya hanya fokus pada hal yang ia cemaskan tersebut.
Latah juga dapat disebabkan karena pergaulan :
Tidak jarang kita menemukan apabila seseorang yang pada awalnya tidak latah, tetapi ia sering bergaul dengan orang yang latah, maka lama kelamaan orang tersebut akan menjadi latah. Sebenarnya suatu keadaan psikologis tidak dapat langsung menular kepada orang lain. ” Kalau kita berinteraksi lama dengan sahabat kita dan mulai mengidentifikasi dengan orang tersebut, maka lama kelamaan tanpa disadari kita bisa meniru semua tingkah signifikan other tersebut,”.
Seorang teman atau sehabat biasanya memiliki banyak kesamaan selera dan pola perilaku, namun terkadang kita tidak menyadarinya.
Ada juga latah yang disebabkan hanya untuk menarik perhatian lingkungannya ataupun agar ia diterima di dalam suatu komunitas. Latah yang semacam ini terkadang membuat orang lain merasa terganggu dan ada juga yang menganggapnya hal yang menyebalkan.
Selain lebih banyak pada kaum perempuan, ternyata jika di spesifikasikan pada jenis pekerjaan, maka para entertainment atau para pekerja di bidang showbiz lebih banyak yang terkena latah dibandingkan pada sektor pekerjaan lain.
Pada saat seorang entertain latah, orang akan menganggapnya itu lucu dan sebagai hiburan yang dapat mengocok perut para penonton.Lain halnya apabila yang latah adalah seorang guru. Jika pada saat mengajar sang guru tersebut latah bisa jadi wibawanya akan turun di mata para muridnya. Sama halnya dengan seorang dokter, jika pada saat ia memeriksa pasien ia latah, akan terlihat tidak professional di depan sang pasien.

Jihad VS Terorisme


Jihad dan teroris, dua kata yang senantiasa jadi polemik bahkan sentimen agama. Perlu diketahui, jihad sudah jauh lebih dulu muncul dan berkembang sebelum istilah terorisme lahir. Kita bisa melihat ini berdasarkan berbagai fakta sejarah, khususnya sejarah perkembangan Islam, serta perkembangan literatur ketatabahasaan dan kesusatraan. Kata jihad merupakan sebuah tujuan, perintah dan keyakinan akan kesempurnaan ibadah bagi seorang muslim. Dalam hal ini, jihad dapat diinterpretasikan secara kontekstual, dalam keadaan perang atau damai. Artinya, jihad tidak selalu diartikan sebagai kewajiban perang dengan mengunakan senjata, melainkan dapat dilakukan melalui pendekatan cultural dan sosial dalam konteks suasana damai.
Istilah terorisme, muncul sekitar tahun 1800-an sebagai bentuk antithesa sejarah dalam perkembangan dan perjuangan kemerdekaan Negara-negara di dunia. pemerintahan negara core (payung/pusat) berupaya menentang setiap gerakan kemerdekaan Negara-negara pheriphery-nya (penyangga/pinggiran). Setiap upaya pembebasan dan pemerdekaan Negara-bangsa pada saat itu, diisukan sebagai gerakan terror terhadap stabilitas persekutuan. Amerika Serikat, merupakan Negara pertama yang memunculkan istilah terorisme, yakni ketika AS berupaya menaklukan Negara-negara minyak Amerika Latin seperti Venezuela, Mexico dan Equador untuk menjadi jajahannya. Di kemudian hari, teroris dikembangkan sebagai sebuah isu untuk menyudutkan ideologi dan kelompok agama tertentu (Islam). Dalam upaya ini, Negara-negara Timur-tengah yang anti Barat (AS dan sekutunya) merupakan sasaran isu teroris yang paling gencar.
Menurut Noam Chomsky, istilah terorisme dimunculkan AS untuk menggambarkan perjuangan Bangsa Arab dalam mempertahankan wilayah dan agamanya. Bangsa Arab yang saat itu dianggap bangsa Bar-bar yang tidak berperikemanusiaan. Sekali lagi, itu versi AS pada masa awal adidayanya. Setiap gerakan perlawanan anti AS, mereka sebut serangan teroris. Sebutlah Qadhafi (Libya), Al-Asad (Mesir), Saddam Hussein (Irak), dan Ayatullah Khomeini (Iran). Negara-negara tersebut, kerap dijadikan tersangka utama atas berbagai kasus terorisme. Misalnya, Tragedi Lockerbie yang menewaskan sekitar 205 penumpang pesawat mengindikasikan keterlibatan pemerintah Libya-Qadhafi.
Islam seolah-olah diidentikkan dengan setiap gerakan terorisme. Sikap politik Barat (AS) menggeneralisasi umat Islam ini menimbulkan kritik dan perlawanan dari beberapa tokoh muslim dan peneliti perkembangan politik dunia. Dalam pidato politik  dan tulisannya, Shah Iran dan Muammar Qadhafi kerap menyebutkan “Who’s The Terorist” kepada dunia Barat, khususnya AS. Terorris tidak sama dengan gerakan jihad karena ajaran Islam tidak memrintahkan untuk melakukan tindakan destruktif terhadap orang lain yang tidak meyerangnya.
Ada karakteristik yang berbeda antara jihad dengan teroris. Jihad bertujuan konstruktif bukan destruktif walaupun dalam pencapaiannya harus ada peperangan. Dalam hal ini, jihad wajib dilakukan dalam kondisi bela Negara dari serangan musuh atau ada serangan destruktif dari pihak lain yang akan mengancam kelangsungan hidup dan agama. Misalnya, jihadnya para syuhada bersama Rasulullah dalam menegakkan Islam, Jihadnya rakyat Palestina dalam mempertahankan wilayah dan agamanya atau perjuangan para pahlawan dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan, serta keutuhan NKRI. Dalam keadaan damai dan tanpa peperangan, kewajiban jihad lebih ditekankan kepada dakwah, serta peningkatan kemampuan intelektual dan spiritualitas umat Islam

Mengatasi Pegal karena High Heel


Bagi sebagian kaum hawa, menggunakan high heel bisa meningkatkan rasa ‘pede’, khususnya bagi mereka yang selalu ingin tampil anggun dan yang memiliki postur tubuh tidak terlalu tinggi. Menggunakan high heel seolah menjadi faktor wajib untuk mempercantik penampilan. Akan tetapi, menggunakan high heel dalam kegiatan sehari-hari, ternyata sering membuat kaki terasa pegal dan lelah. Kesemutan, berdenyut-denyut dari telapak kaki hingga betis seringkali menyerang di saat kita mulai berbaring untuk beristirahat. Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.
      Rendam kaki dalam air garam
    Air garam memiliki khasiat yang mujarab dalam mengobati pegal-pegal sejak zaman pengobatan kuno. Rendam kaki di dalam sebuah ember air hangat yang ditaburi garam kira-kira 5 – 20 menit. Lakukan setiap kali habis memakai high heel atau 1 hingga 2 kali seminggu, supaya pegal dan kesemutan hilang di saat menjelang tidur.
      Berjalan di atas bebatuan
    Mungkin di halaman rumah kita ada bebatuan kecil (batu kali) yang lembut dan bulat/lonjong, terutama di pagi hari saat bebatuan terkena sinar matahari yang menyehatkan.Dengan berjalan mondar-mandir selama beberapa kali, kaki akan terasa seperti dipijat lembut dan hangat Pijatan inilah yang berfungsi memperlancar peredaran darah di telapak kaki, sehingga kaki menjadi lebih rileks dan nyaman.
      Melakukan stretching kaki
    Lakukan pemanasan pada kaki setiap pagi sebelum beraktivitas. Gerakannya dapat dipadukan sendiri, mulai dari gerakan bersila, menarik ke depan dan belakang, sampai kaki terasa lebih nyaman dan otot terasa renggang.
      Meluruskan kaki saat tidur
    Usahakan untuk tidur dengan kaki lurus. Kita juga bisa meletakkan bantal di atas kaki sehingga kaki tetap dalam keadaan lurus.
      Menggunakan sandal rumahan yang nyaman
    Selalu kenakan sandal rumah yang nyaman di kaki di waktu-waktu santai. Pilihlah bahan sandal yang terbaik, misalnya dari paduan karet yang lembut sehingga tidak menyebabkan kaki sakit saat dipakai. Selamat mencoba!.

Ketika Ada Benjolan di Mulut Rahim



(Foto: gettyimages)

SAYA didiagnosa dokter mempunyai polip serviks. Saya ingin mengetahui lebih jauh tentang polip serviks ini. Apa penyebab timbulnya polip serviks? Apakah berbahaya?

Bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi kesehatan reproduksi saya? Lalu bagaimana pula untuk penanganan dan pencegahannya? Terima kasih.

Trianda Adhi-Magelang

Jawab:


dr. Dyah Irawati, SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak YPK Mandiri memaparkan, polip serviks (cervical polyp) adalah pertumbuhan jaringan serviks (stroma) yang berlebihan sehingga tampak sebagai benjolan berwarna merah, bertangkai, yang menjulur keluar dari serviks. Benjolan dapat berukuran beberapa mm hingga beberapa cm yang biasanya tampak saat dilakukan pemeriksaan dalam. Polip serviks termasuk kelainan jinak yang sering ditemukan.

Penyebab

Penyebab timbulnya polip serviks belum diketahui dengan pasti. Namun sering dihubungkan dengan radang yang kronis, respon terhadap hormon estrogen dan pelebaran pembuluh darah serviks.

Sebagian Besar Tidak Bergejala

Sebagian besar pasien dengan polip seviks tidak memiliki gejala. Jika bergejala, bisa berupa perdarahan di luar siklus haid, perdarahan pascasenggama dan keputihan. Polip yang besar dan multipel dapat memengaruhi fertilitas.

Pengobatan

Cara pengobatannya adalah dengan mengangkat polip tersebut. Jika ukuran polip tidak besar, prosedur pengangkatan polip dapat dilakukan di tempat praktek dokter tanpa anestesi (pembiusan) dan hanya memerlukan waktu sebentar saja.
Jika polip terinfeksi, diperlukan pemberian antibiotika. Setelah pengangkatan polip, jaga agar tidak terjadi peradangan pada serviks, misalnya dengan segera berobat jika timbul keputihan.

Sebanyak 99 persen kasus polip serviks adalah jinak, hanya 1 persen yang berubah menjadi ganas. Walau begitu perlu diwaspadai, kadang-kadang kanker dapat berbentuk menyerupai polip. Sehingga jika dijumpai polip sebaiknya diangkat dan dilakukan pemeriksaan histopatologi - pemeriksaan mikroskopik pada salah satu bagian jaringan. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)